Wali Kota Medan Naikkan Anggaran Pendidikan Tahun 2022

Wali Kota Medan Naikkan Anggaran Pendidikan Tahun 2022
Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution. (Foto: Ist)

Adapun persentasi penggunaan anggaran dalam pemberian bantuan guru Tahun Anggaran 2021 dan Rencana Tahun 2022 yakni:

  • Kegiatan peningkatan kesejahteraan guru-guru non-PNS/non-sertifikasi di Kota Medan dari Rp17.583.000.000 menjadi Rp23.403.605.770 atau naik 33 persen,
  • Peningkatan kesejahteraan guru honorer sekolah negeri di Kota Medan dari Rp.23.084.567.243 menjadi Rp.25.137.112.506,
  • Peningkatan kesejahteraan guru MDTA di Kota Medan dari Rp.6.707.668.800 menjadi Rp.6.715.801.060,
  • Peningkatan kesejahteraan guru PAUD di Kota Medan dari Rp.4.873.250.000 menjadi Rp.4.873.250.000,
  • Peningkatan kesejahteraan guru TKQ/TPQ di Kota Medan dari Rp.3.178.450.400 menjadi Rp.3.195.001.060,
  • Bantuan kesejahteraan operator sekolah negeri di Kota Medan dari Rp.3.122.269.300 menjadi Rp.4.178.005.770 atau naik 34 Persen.

Sedangkan persentasi penggunaan anggaran dalam pemberian bantuan siswa Tahun Anggaran 2021 dan Rencana Tahun 2022 yakni:

  • Bantuan perlengkapan sekolah dalam bentuk alat mewarnai dan buku gambar untuk anak PAUD dari Rp.151.914.200 menjadi Rp.4.662.283.000,
  • Bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin tingkat SD dari Rp.3.114.591.100 menjadi Rp.8.999.524.770,
  • Bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin tingkat SMP dari Rp.3.100.629.480 menjadi Rp.7.583.003.770,
  • Bantuan beasiswa bagi siswa miskin tingkat SD dari Rp.3.243.750.000 menjadi Rp.11.255.001.060 ,
  • Bantuan beasiswa bagi siswa miskin tingkat SMP dari Rp.1.856.250.000 menjadi Rp.11.253.201.060.

Sementara itu Plt Kadis Pendidikan Topan Ginting mengungkapkan bahwa pertemuan refleksi ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan.

Artinya apa yang menjadi kekurangan di tahun 2021 akan dilakukan perbaikan di tahun 2022.

Topan Ginting juga mengungkapkan, bahwa sejak bulan September lalu Kota Medan telah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Hingga saat ini, Kota Medan mendapatkan predikat zero case terhadap permasalahan Covid-19 di sekolah.

“Sampai hari ini Pemko Medan tidak mendapatkan laporan adanya kasus atau cluster penyebaran Covid-19 dari tingkat SD sampai SMP. Semoga ke depannya keadaan dapat semakin membaik, dan di tahun 2022 kita dapat melaksanakan pembelajaran secara full,” kata Plt Kadis Pendidikan.

Topan menambahkan, tahun 2022 Pemko Medan akan mencanangkan Sekolah Digital di Kota Medan. Dijelaskannya, berdasarkan arahan dari Wali Kota, pendidikan tidak boleh kalah dengan negara lainnya.

Oleh karena itu, Pemko Medan harus mendorong dan merangsang dunia pendidikan sejak dini untuk mengajarkan mata pelajaran pemrograman komputer (Coding) bagi para siswa di sekolah.

“Nantinya akan ada 3 sekolah yang menjadi contoh dalam pelaksanaan coding ini. Mereka akan kami dampingi selama satu tahun dan akan kami biayai mulai dari peralatan hingga akses internetnya.

Setelah satu tahun didampingi, kami berharap mereka akan mandiri dan dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

Saya juga berharap dengan adanya acara publikasi ini dapat membawa dampak positif dan manfaat di dunia pendidikan serta mendapatkan ide untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Medan,” Jelasnya.

Tampak hadir para undangan dari perwakilan Rektor USU, perwakilan Rektor UMSU, perwakilan Rektor UMA, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Muhammad Sofyan, Kaban Litbang Irwan Ritonga, Plt Kadis Pendidikan Topan Ginting, Ketua LPMP serta PGRI Medan dan unsur Organisasi Pendidikan. * B1N-NS/ril